(MKSN) PADANG--Pemerintah Kota (Pemko) Padang resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Raya Padang mulai Minggu (29/6/2026).
Kebijakan yang akan berlangsung hingga 30 Desember 2026 itu diterapkan untuk mendukung kelancaran proyek Revitalisasi Kawasan Pasar Raya sekaligus menjamin keselamatan masyarakat selama proses pembangunan Pasar raya berlangsung.
Pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut mencakup sejumlah ruas jalan di sekitar pusat perdagangan terbesar di Kota Padang. Selama enam bulan ke depan, beberapa akses utama menuju kawasan proyek ditutup sementara dan arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Padang bersama instansi terkait.
Sebanyak 34 pedagang terdampak revitalisasi kawasan Basement III Pasar Raya Padang, mulai menempati lapak sementara yang berada di depan lobi Gedung Blok III, Senin (29’6/2026). aktivitas jual beli tetap berlangsung seperti biasa.
Tim Redaksi MiKSN dilapangan Pada Senin (29/6/2026) pagi, kawasan lobi Gedung Blok III yang sebelumnya menjadi area parkir sepeda motor, kini dipenuhi sejumlah lapak sementara pedagang berukuran 2×2 meter. Lapak-lapak ini disediakan Oleh Dinas Perdagangan Kota (Pemko) Padang.
Sejumlah pedagang terlihat sibuk melayani pembeli, sementara sebagian lainnya mulai menutup lapak dan membereskan barang dagangan setelah selesai berjualan.
Salah seorang pedagang Makanan, Aben (55), mengatakan dirinya mulai menempati lapak sementara sejak Jumat (26/6/2026). Relokasi dilakukan setelah pembangunan lapak sementara selesai sehari sebelumnya ucapnya.
“Kalau dibandingkan, lapak yang lama lebih luas. Sekarang memang lebih kecil karena menyesuaikan lokasi sementara. Tapi untuk pembeli masih normal, pendapatan juga hampir sama seperti saat berjualan di Basement III,” katanya kepada Tim MKSN pada Senin (29/6/2026).
Aben mengaku, jual beli dagangannya lebih dipengaruhi kondisi cuaca dibanding lokasi berjualan. Menurutnya, saat musim panas jumlah pembeli meningkat, sedangkan ketika musim hujan Dagangan cenderung menurun Dratis.
Kalau cuaca panas pembeli ramai, kalau hujan biasanya sepi. Harga pisang buahan Rp10 ribu sampai Rp15 ribu rupiah . Untuk kendala di sini tidak ada, soal keamanan tergantung bagaimana kita bergaul dengan orang sekitar pasar,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan pedagang bahan pokok, Rifal (56). Ia mengaku baru dua hari berjualan di lapak sementara setelah pindah pada Sabtu (27/6/2026).
“Karena baru dua hari, saya belum bisa menghitung perubahan pendapatan. Tapi kalau dilihat dari pembelinya, di sini lebih ramai dibanding saat masih di Basement III. Pembeli juga lebih mudah melihat lapak karena tidak perlu turun ke area basement,” tersebut.
Sementara itu, pedagang sarapan pagi, Indra (58), menyebutkan proses pemindahan lapaknya berjalan lancar, meski gerobak yang digunakan mengalami kerusakan pada bagian bawah sehingga harus diperbaiki sendiri katanya.
Ia membutuhkan waktu sekitar tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, untuk memindahkan dan menata kembali lapaknya di kawasan lobi Blok III. Indra mulai Mengemas barang Dagangannya.
Kalau dulu di basement sekitar jam 09.00 WIB pembeli sudah mulai sepi. Di sini sampai siang masih banyak pembeli yang datang, bahkan sebagian pedagang masih tetap buka,ucap dia.
Meski demikian, Indra berharap proses revitalisasi dapat selesai sesuai target yang ditentukan, agar para pedagang bisa kembali berjualan di lokasi semula pungkasnya.
“Kami berharap pengerjaannya tidak molor. Kami ingin kembali ke basement tersebut karena tempatnya lebih luas dan menurut saya lebih aman untuk menyimpan barang dagangan,”ditempat Tersebut Ucapnya Mengakhiri. (Al)


0 Komentar