(MKSN) SUMBAR--Peningkatan antrean BBM di Sumatra Barat terutama jenis Biosolar disebabkan oleh hambatan distribusi akibat perbaikan jembatan di Bungus yang memicu kemacetan dan keterlambatan mobil tangki dari Terminal Teluk Bayur. Jumat 21 Agustus 2026
Maraknya Dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dan pengawasan yang belum optimal turut memperparah situasi di berbagai SPBU.Penyebab UtamaKendala Distribusi: Perbaikan Jembatan Bungus dan sistem buka-tutup jalan nasional memperlambat perjalanan truk tangki BBM dari depot.
Waktu Tunggu Lama: Sopir truk tangki Pertamina harus mengantre berjam-jam (bahkan mencapai 1 hingga 3 kilometer di beberapa SPBU seperti di Bypass dan Pisang.
Penyalahgunaan BBM Subsidi: Menjadi Sorotan Publik dan Pengguna Kendaraan dikota Padang terhadap potensi penyelewengan BBM subsidi yang Marak membuat pasokan Pertalite,Solar Subsidi dan Bio Solar cepat habis di Pangkalan SPBU dikota Padang-Sumatera Barat.
Langkah Penanganan operasional Depot: Pertamina mengoperasikan depot penyaluran selama 24 jam untuk mempercepat suplai Perlu Langkat Tepat dan Cepat Untuk Pemenuhan Kuota Penyaluran Bahan Bakar Minyak tersebut Kepada Masyarakat Penguna Kendaraan Yang Sering Terjadi Antrian Di Berapa SPBU yang ada di Kota Padang.
Diberlakukannya Sanksi disejumlah SPBU: Lebih dari 20 SPBU di Sumbar telah dijatuhi sanksi akibat pelanggaran penyaluran BBM.
Penambahan Armada: Pengamanan dari Pihak Kepolisian dan penambahan armada distribusi terus diupayakan untuk memulihkannormalitas pasokan Minyak di Sejumlah SPBU yang Berada Di Wilayah Sumbar.
(Tim)


0 Komentar