Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI "HARIAN BERITA MINANGKABAU SUMBAR NEWS"🇧🇪PEMBACA SETIA KAMI"HADIR UNTUK ANDA MASYARAKAT SUMBAR DENGAN BERITA TERBARU TERKINI PERISTIWA POLITIK EKONOMI SOSIAL ADAT BUDAYA MINANG SUMBAR DAN BERITA NASIONAL" KRITIS-OPTIMIS-TERDEPAN, PASANG IKLAN USAHA DAN UCAPAN SELAMAT " ANDA DISINI👉Alamat Kantor Redaksi JL.Kel.Seberang Palinggam No.10A Kecamatan Padang Selatan Kota Padang-Sumbar HUB:081267663887

Hujan Deras,Bangunan SD 19 Beringin Yang Tak Terpakai Roboh,Warga Soroti Kondisi Sungai

 


(MKSN) PADANG — Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Rabu (19/8/2026) mengakibatkan satu lokal bangunan SD yang sudah tidak digunakan lagi roboh di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan.


Bangunan tersebut merupakan bagian dari SD 19 Baringin yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas pendidikan. Selain menyebabkan bangunan roboh, hujan dengan intensitas cukup tinggi juga mengakibatkan terjadinya pelebaran jalur sungai di kawasan tersebut.


Kondisi ini kembali menyoroti persoalan aliran sungai dan infrastruktur di Kelurahan Baringin yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Ketua LPMK Baringin, Jamal F Chan, mengatakan pihaknya berharap Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang terjadi di kawasan tersebut, terutama terkait aliran sungai dan infrastruktur penghubung masyarakat.


"Kita berharap perhatian yang sangat serius dari Pemerintah Kota Padang dengan keadaan seperti ini. Apalagi jembatan penghubung antara Baringin dengan Koto Lalang sudah lama hancur dan sampai sekarang belum ada perbaikan lagi," ujar Jamal.


Jamal menjelaskan, bangunan SD 19 Baringin tersebut memiliki sejarah cukup panjang. Sekolah tersebut sebelumnya terdampak banjir pada tahun 1997 sehingga kemudian dilakukan pemindahan.

Pada tahun 1999 hingga 2019, bangunan tersebut masih digunakan untuk kegiatan pendidikan. Bahkan, TK Waladar Rasyid juga sempat memanfaatkan bangunan tersebut sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Kemudian pada tahun 2023, kegiatan pendidikan kembali dipindahkan.


Seiring waktu, kondisi bangunan yang sudah tidak digunakan tersebut semakin memprihatinkan hingga akhirnya roboh setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur kawasan Baringin.


Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Tarantang, Rusdianto, mengungkapkan bahwa persoalan normalisasi sungai sebenarnya sudah lama disuarakan kepada pemerintah.


"Sejak tahun 2015 saya sudah menyuarakan untuk dilakukan normalisasi sungai, bahkan sudah disampaikan pada saat Musrenbang kecamatan. Tapi sampai sekarang belum juga ada tindakan dari pemimpin kita, terutama Pemko Padang," ungkap Rusdianto.


Menurutnya, normalisasi sungai sangat penting dilakukan mengingat kondisi aliran sungai yang mengalami pelebaran dan berpotensi menimbulkan dampak lebih besar ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.


Warga berharap pemerintah segera melakukan kajian dan penanganan terhadap kondisi sungai, termasuk memperhatikan jembatan penghubung Baringin-Koto Lalang yang sudah lama mengalami kerusakan.


Masyarakat juga berharap kejadian robohnya bangunan tersebut menjadi perhatian bersama agar kondisi infrastruktur dan aliran sungai di kawasan Baringin dapat segera ditangani demi mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat. (Tim)


Posting Komentar

0 Komentar

Kami Hadir Untuk Pembaca Mediaonline Minangkabausumbarnews.com - Berita Lugas, Aktual dan Kritis Untuk Masyarakat Sumatera Barat