Kompetisi memperebutkan kursi pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Padang memasuki babak baru.
(MKSN) PADANG--Sebanyak 30 aparatur sipil negara (ASN) berpangkat eselon III kini tengah bersaing ketat untuk menduduki empat jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih kosong.
Fenomena menarik muncul dalam seleksi terbuka kali ini. Daya tarik posisi birokrasi di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat tersebut ternyata tidak hanya memikat talenta lokal, tetapi juga para pejabat dari luar daerah. Hal ini menandakan adanya iklim kompetisi yang kompetitif dan inklusif di lingkungan pemerintah setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang pada Minggu (5/4/2026), terdapat delapan ASN dari luar lingkungan Pemko Padang yang mencoba peruntungan. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dalam bursa calon kepala dinas tahun ini.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, melalui Kepala Bidang Pengembangan Aparatur, Diane Mary, mengonfirmasi bahwa seluruh peserta telah melewati gerbang pertama, yakni seleksi administrasi.
Delapan peserta di antaranya memang berasal dari luar Kota Padang," ujar Diane.
Para pelamar luar daerah ini didominasi oleh pejabat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Setidaknya ada lima nama yang tercatat berasal dari sana, yakni Harry Fitriadi, Wahendra, Rasydi Sumetri, Rizaldi, serta Ice Eryora. Mereka datang dengan latar belakang pengalaman di berbagai kedinasan tingkat provinsi.
Tak hanya dari pemprov, geliat seleksi ini juga menarik minat pejabat dari pemerintah kabupaten/kota tetangga. Nama Ricky Falantino dari Diskominfo Kota Pariaman, Syahriwan yang menjabat Staf Ahli di Pemkab Sijunjung, hingga Eldon Maron dari DPMPTSP Pasaman Barat, turut meramaikan daftar kandidat.
Partisipasi lintas daerah ini dinilai sebagai langkah positif dalam mencari sosok pemimpin yang memiliki rekam jejak mumpuni. Kompetisi yang terbuka lebar memungkinkan Pemko Padang mendapatkan talenta terbaik untuk menggerakkan roda organisasi di tingkat dinas.
Fokus perebutan jabatan kali ini terbagi pada empat pos strategis. Keempatnya adalah posisi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjadi posisi yang paling banyak diminati dengan jumlah sepuluh pelamar. Nama-nama seperti Diko Riva Utama, Eka Putra Buhari, hingga Camat Kuranji Rido Satria, bersaing dengan kandidat dari luar daerah seperti Wahendra dan Rizaldi. (Al)

0 Komentar