Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI "HARIAN BERITA MINANGKABAU SUMBAR NEWS"🇧🇪PEMBACA SETIA KAMI"HADIR UNTUK ANDA MASYARAKAT SUMBAR DENGAN BERITA TERBARU TERKINI PERISTIWA POLITIK EKONOMI SOSIAL ADAT BUDAYA MINANG SUMBAR DAN BERITA NASIONAL" KRITIS-OPTIMIS-TERDEPAN, PASANG IKLAN USAHA DAN UCAPAN SELAMAT " ANDA DISINI👉Alamat Kantor Redaksi JL.Kel.Seberang Palinggam No.10A Kecamatan Padang Selatan Kota Padang-Sumbar HUB:081267663887

Indonesia Mulai Negosiasi 2 Kapal Tengker Pertamina Diselat Hormoz

 

Indonesia Mulai Negosiasi 2,Tangker       Pertamina Diselat Hormoz.


(MKSN) Jakarta--Kementerian Luar Negeri (Kemlu), berkoordinasi dengan PT Pertamina International Shipping (PIS), memulai pembahasan teknis guna mengamankan pembebasan dua kapal tanker Pertamina dari Selat Hormuz, menyusul respons positif Iran atas upaya diplomatik Indonesia.


“PIS dan Kemlu saat ini membahas pengaturan teknis untuk memastikan pelayaran aman dua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, melalui Selat Hormuz,” ujar Pelaksana Tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita,


Ia menjelaskan, Pertamina Pride beroperasi untuk mendukung kebutuhan energi nasional, sementara Gamsunoro digunakan untuk distribusi energi pihak ketiga.


Saat ini, kedua kapal masih berada di Teluk Arab (Teluk Persia). Pertamina menegaskan prioritas utama adalah keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan muatannya.


Vega juga menyampaikan apresiasi kepada Kemlu atas dukungan penuh dalam penanganan situasi tersebut.


Di tengah gangguan di Selat Hormuz akibat konflik AS–Israel–Iran, PIS terus berkoordinasi erat dengan Kemlu yang aktif melakukan komunikasi diplomatik dengan pihak-pihak terkait.


Kemlu mengonfirmasi, pemerintah Iran telah memberikan sinyal positif atas permintaan Indonesia untuk menjamin pelayaran aman dua tanker Pertamina yang sempat tertahan di kawasan tersebut.


Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan pihaknya bersama Kedutaan Besar RI di Teheran telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas terkait di Iran.

“Seiring perkembangan, kami telah menerima respons positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl, Jumat (27/3).


Ia menambahkan, langkah lanjutan kini difokuskan pada aspek teknis dan operasional, meski jadwal pasti pelayaran kedua kapal belum ditetapkan.


Menteri Energi Bahlil Lahadalia mengakui proses evakuasi tanker dari Selat Hormuz “tidak mudah”, namun negosiasi terus berlangsung. Ia juga memastikan gangguan di kawasan tersebut tidak akan mengganggu pasokan minyak mentah Indonesia secara signifikan.


“Timur Tengah hanya menyumbang 20% dari impor minyak mentah kita. Kami sudah mendapatkan sumber alternatif di luar kawasan tersebut,” ujarnya.


Pemerintah sebelumnya menyatakan akan memanfaatkan pasokan minyak mentah dari Amerika Serikat untuk menutup potensi kekurangan. Salah satu tanker, VLCC Pertamina Pride, dijadwalkan mengangkut minyak mentah ringan ke Indonesia, sementara Gamsunoro membawa kargo milik pihak ketiga. (**)

Posting Komentar

0 Komentar

Kami Hadir Untuk Pembaca Mediaonline Minangkabausumbarnews.com - Berita Lugas, Aktual dan Kritis Untuk Masyarakat Sumatera Barat