Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI "HARIAN BERITA MINANGKABAU SUMBAR NEWS"🇧🇪PEMBACA SETIA KAMI"HADIR UNTUK ANDA MASYARAKAT SUMBAR DENGAN BERITA TERBARU TERKINI PERISTIWA POLITIK EKONOMI SOSIAL ADAT BUDAYA MINANG SUMBAR DAN BERITA NASIONAL" KRITIS-OPTIMIS-TERDEPAN, PASANG IKLAN USAHA DAN UCAPAN SELAMAT " ANDA DISINI👉Alamat Kantor Redaksi JL.Kel.Seberang Palinggam No.10A Kecamatan Padang Selatan Kota Padang-Sumbar HUB:081267663887

Korban Terseret Arus Windy Rahma Putri Ditemukan Meninggal Dunia Di Air Terjun Robo Harau Kabupaten Lima Puluh Kota

 


(MKSN) Lima Puluh Kota--Tim SAR gabungan menemukan Windy Rahma Putri (25), perempuan asal Padang Pariaman, yang dilaporkan tergelincir dan diduga tenggelam saat mandi di Air Terjun Robo, Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Korban tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.45 WIB, setelah tim SAR gabungan melanjutkan pencarian sejak pagi.

Berdasarkan laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu, korban sedang mandi di air terjun sebelum tergelincir dan diduga tenggelam serta hanyut.


Laporan kejadian diterima petugas dari Miko, anggota BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, pada Kamis pukul 17.27 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR melakukan upaya pencarian dan pertolongan di lokasi kejadian

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat pukul 07.00 WIB dengan membagi personel menjadi dua satuan tim pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU).


Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan pada pukul 10.45 WIB. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke posko.

Sekitar pukul 11.45 WIB, tim tiba di posko dengan membawa jenazah korban. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, yakni lima personel Pos Pencarian dan Pertolongan Limapuluh Kota, dua personel TNI, enam personel kepolisian, 16 personel BPBD Limapuluh Kota, delapan personel pemadam kebakaran, dua unsur dari pihak nagari, serta sekitar 80 orang masyarakat.


Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya kendaraan penyelamatan, peralatan mountaineering, perlengkapan evakuasi SAR, peralatan medis, dan perangkat komunikasi. Cuaca di lokasi dilaporkan mendung.

Setelah proses evakuasi selesai, tim SAR gabungan melaksanakan evaluasi atau debriefing pada pukul 11.55 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.

Dengan ditemukannya korban dan selesainya proses evakuasi, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang mengusulkan penutupan operasi SAR serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah membantu proses pencarian dan pertolongan Terhadap Korban.

(Tim)

Posting Komentar

0 Komentar

Kami Hadir Untuk Pembaca Mediaonline Minangkabausumbarnews.com - Berita Lugas, Aktual dan Kritis Untuk Masyarakat Sumatera Barat