Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI "HARIAN BERITA MINANGKABAU SUMBAR NEWS"🇧🇪PEMBACA SETIA KAMI"HADIR UNTUK ANDA MASYARAKAT SUMBAR DENGAN BERITA TERBARU TERKINI PERISTIWA POLITIK EKONOMI SOSIAL ADAT BUDAYA MINANG SUMBAR DAN BERITA NASIONAL" KRITIS-OPTIMIS-TERDEPAN, PASANG IKLAN USAHA DAN UCAPAN SELAMAT " ANDA DISINI👉Alamat Kantor Redaksi JL.Kel.Seberang Palinggam No.10A Kecamatan Padang Selatan Kota Padang-Sumbar HUB:081267663887

Pedagang Kuliner Dipindahkan Ke Lantai Atas Padang Theater,Minta Pemko Rutin Gelar Event Acara!

 


(MKSN) PADANG--Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Padang memindahkan pedagang di depan Padang Teater ke lantai atas diiringi tuntutan kepastian dari para pelaku usaha. 

Pedagang meminta Pemko memberikan garansi keramaian berupa kegiatan rutin di area pusat kuliner baru agar mereka tak kehilangan pembeli akibat akses lokasi yang harus menaiki tangga.

Langkah alih fungsi area yang sempat mati dan terbengkalai di komplek Pasar Raya tersebut dijadwalkan berlangsung selama 60 hari ke depan, diawali dengan proses pembersihan total hingga perbaikan fisik bangunan.

Kendati mendukung langkah pemerintah untuk menata kawasan pasar, para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di area depan menyimpan segudang kekhawatiran.

Mereka menuntut adanya komitmen konkret dari pemerintah, mulai dari kepastian hadirnya event penarik pembeli hingga jaminan keamanan barang dagangan di lantai atas.

Ita, salah seorang pedagang kuliner di depan Padang Teater, menegaskan bahwa kepindahan mereka ke area atas harus diimbangi dengan strategi penglaris dari Pemko Padang.

Menurutnya, kondisi perekonomian yang sulit saat ini membuat perilaku masyarakat berubah dan cenderung menginginkan hal-hal yang serba praktis.

Saat berjualan di pinggir jalan, pembeli bisa dengan mudah langsung memarkirkan kendaraan dan memesan dagangan tanpa harus mengeluarkan tenaga ekstra.

Jika seluruh pedagang dipindahkan ke lantai atas, calon pembeli tentu harus menaiki tangga satu per satu yang berpotensi memicu keengganan untuk berkunjung.

“Kondisi tersebut dinilai bakal menjadi masalah besar apabila area pusat kuliner atas tidak disokong oleh kegiatan-kegiatan kreatif yang mampu menyedot perhatian publik,”jelas Ita saat ditemui Kamis (17/9/2026).

Ita menilai kendala naik tangga sebenarnya tidak akan menjadi persoalan berarti jika pemerintah aktif menghidupkan suasana kawasan lewat berbagai acara penarik massa.



Kehadiran kegiatan rutin diyakini bakal menjadi magnet utama untuk mendatangkan keramaian, sehingga calon pembeli rela naik ke lantai atas.

Namun, jika area baru tersebut tidak memiliki daya tarik khusus dan berakhir sepi pengunjung, pedagang merasa bertahan di lokasi lama jauh lebih masuk akal.

Selain tuntutan garansi keramaian, kelayakan fasilitas fisik dan aspek keamanan di lokasi jualan yang baru turut menjadi sorotan utama para pedagang.

(Al)



Posting Komentar

0 Komentar

Kami Hadir Untuk Pembaca Mediaonline Minangkabausumbarnews.com - Berita Lugas, Aktual dan Kritis Untuk Masyarakat Sumatera Barat