Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI "HARIAN BERITA MINANGKABAU SUMBAR NEWS"🇧🇪PEMBACA SETIA KAMI"HADIR UNTUK ANDA MASYARAKAT SUMBAR DENGAN BERITA TERBARU TERKINI PERISTIWA POLITIK EKONOMI SOSIAL ADAT BUDAYA MINANG SUMBAR DAN BERITA NASIONAL" KRITIS-OPTIMIS-TERDEPAN, PASANG IKLAN USAHA DAN UCAPAN SELAMAT " ANDA DISINI👉Alamat Kantor Redaksi JL.Kel.Seberang Palinggam No.10A Kecamatan Padang Selatan Kota Padang-Sumbar HUB:081267663887

Galodo Terjang Kabupaten Solok 32 Orang Ngungsi dan Puluhan Kendaraan Rusak

 


(MKSN) SOLOK--Banjir bandang menerjang kawasan Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok melaporkan bencana tersebut terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah setempat sejak Sabtu (19/9/2026).

Setelah banjir bandang terjadi, Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan bersama unsur terkait langsung melakukan penyisiran dan evakuasi di sejumlah wilayah yang terdampak.

Penanganan bencana tersebut dipimpin Wakil Bupati Solok bersama Ketua DPRD Kabupaten Solok. Petugas gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mendata kerusakan dan kerugian akibat banjir.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Solok per Selasa (22/9/2026), sebanyak empat orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.


Tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya harus dirujuk ke SPH Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tak hanya menimbulkan korban luka, banjir bandang juga merusak sejumlah fasilitas dan kendaraan warga. Sebanyak 11 kantor pemerintah dilaporkan terdampak akibat bencana tersebut.

Kerusakan juga terjadi pada kendaraan. Data sementara BPBD mencatat 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang.

Sementara itu, warga yang tinggal di kawasan terdampak juga terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko bencana susulan. Sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) atau 32 jiwa tercatat mengungsi di dua lokasi.

Kabupaten Solok menyebut proses penanganan darurat hingga kini masih berlangsung. Petugas gabungan terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh dampak bencana dapat teridentifikasi.

Selain penanganan di lapangan, kebutuhan bagi warga terdampak juga mulai dipetakan. Sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain selimut, sembako, makanan siap saji, serta perlengkapan bagi perempuan dan bayi.

BPBD Kabupaten Solok mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama proses penanganan bencana berlangsung. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan, terutama apabila terdapat instruksi evakuasi.

(Al)

Posting Komentar

0 Komentar

Kami Hadir Untuk Pembaca Mediaonline Minangkabausumbarnews.com - Berita Lugas, Aktual dan Kritis Untuk Masyarakat Sumatera Barat