Aksi massa yang berlangsung Damai pada Kamis Sore (16 Juli 2026) tersebut menyampaikan tujuh tuntutan utama:Penangkapan dan pemenjaraan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah atas dugaan skandal korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).Penggeledahan seluruh rumah dan tempat usaha terkait untuk mengungkap tuntas kasus bernilai triliunan rupiah di wilayah Sumatera.
Puluhan Aliansi Mahasiswa Gerakkan Aktivis Muda Sumbar Meminta Kepada Pihak Kejaksaan Sumbar Untuk Menangani Kasus korupsi pembangunan rumah sakit di wilayah Pasaman berpusat pada dua proyek besar, yakni Pembangunan RSUD Pasaman Barat (Tahun 2018-2020) dan RSUD Pratama Ujung Gading (tahun 2018) sampai Saat Ini.
Puluhan Aktivis juga Menunutut Penghapusan impunitas dan reformasi menyeluruh di tubuh Kejaksaan Sumatera Barat (Sumbar) agar tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum.Pengusutan dugaan kasus Korupsi dikejaksaan Sumbar Tersebut Ucap Aliansi Gerakkan Aktivis Muda (GAM )Sumbar Tersebut.
Sejumlah Massa juga menyatakan mosi tidak percaya terhadap institusi kejaksaan dan mendesak aparat untuk bersikap transparan dalam menangani kasus yang melibatkan mantan pejabat tinggi daerah Pusat dan Di daerah Sumbar Khususnya Pasaman barat tersebut.
Tidak Lama Menyampaikan Orasi Yang Dikawal Kurang Lebih 250 Personil Dari Kepolisian Yang Berada Di Wilayah Polda,Polresta Padang dan Dibantu Dari Jajaran Personil Polsek di Wilayah Kota Padang Yang Melakukan Pengaman Demontrasi Mahasiswa Didepan Kantor Kejaksaan Sumatera Barat (Sumbar) tersebut.
Aksi puluhan Demontrasi Gerakkan Aktivis Muda Sumbar Tersebut Membubarkan Diri damai,tidak Lama Berselang Menyampaikan Tuntutannya dan Di Sambut Kasipenkum Jajaran tim Kejaksaan Sumbar Yang Akan Menindak Lanjuti Langsung Laporan Terkait Aksi Demontrasi Mahasiswa Tersebut Ke Atasan dikantor Kejati Sumbar.(Al)


0 Komentar