Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI "HARIAN BERITA MINANGKABAU SUMBAR NEWS"🇧🇪PEMBACA SETIA KAMI"HADIR UNTUK ANDA MASYARAKAT SUMBAR DENGAN BERITA TERBARU TERKINI PERISTIWA POLITIK EKONOMI SOSIAL ADAT BUDAYA MINANG SUMBAR DAN BERITA NASIONAL" KRITIS-OPTIMIS-TERDEPAN, PASANG IKLAN USAHA DAN UCAPAN SELAMAT " ANDA DISINI👉Alamat Kantor Redaksi JL.Kel.Seberang Palinggam No.10A Kecamatan Padang Selatan Kota Padang-Sumbar HUB:081267663887

Kelalaian Penanganan Pasien Balita Meninggal Dunia Di Rumah Sakit,Sang Ibu Ungkap Buruknya Pelayanan Medis Di RSUP M Djamil Padang

 


(MKSN) PADANG--Viral Kabar meninggalnya Alceo Hanan Flantika, beredar di media sosial. Balita berumur 1 tahun 2 bulan yang mengalami luka bakar itu, menjalani perawatan medis di RSUP M Djamil Padang selama sepekan lebih.


Sangat Memiluhkan Almarhum Alceo merupakan buah hati pasangan Doris Flantika dan Nuri Khairma. Balita malang ini meninggal di Rumah Sakit pada 3 April 2026.


Kasus ini viral di Medsos setelah sang ibunda mencurahkan kekecewaannya ke media sosial. Dia menilai adanya dugaan kelalaian selama penanganan medis sang buah hati. 




Ibu Alceo, Nuri mengatakan, anaknya mengalami luka bakar karena terkena air panas pada 26 Meret 2026. Alceo kemudian dilarikan ke IGD Rumah Sakit Hermina Padang. 


“Alceo langsung mendapatkan penanganan pertama. Namun, pihak Rumah Sakit Hermina menyampaikan agar dilakukan rujukan ke RSUP M Djamil,” kata Nuri, Jumat (17/4/2026).


Awalnya, keluarga sempat menolak agar Alceo dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, dan memilih ke rumah sakit lain. Namun, pihak RS Hermina menyampaikan tidak bisa, karena Alceo butuh operasi debridement (pembersihan luka).


Tingkat luka yang dialami Alceo grade 2A dengan luas 23 persen. Alceo yang masih bayi, harus dilakukan operasi dan setelah itu dimasukkan ke ruang picu infeksius. 


Nuri menyebutkan, luka yang dialami Alceo memang tipis, tapi luka terbuka sehingga rentan infeksi. Pilihan satu-satunya, picu Infeksius dan dokter bedah plastik yang bagus hanya ada di RSUP M Djamil Padang. 


“Suami saya harus menyelesaikan urusan administrasi di Rumah Sakit Hermina, pembayaran, urusan transfer pasien lewat aplikasi dan ini membutuhkan waktu lama,” katanya.


Saya dan suami sangat khawatir dengan keadaan anak saya yang masih menangis histeris karena kesakitan. Jadi, saya meminta dan memohon kepada petugas agar saya dan Alceo berangkat duluan ke RSUP M Djamil,” ungkapnya.


Akhirnya, Alceo dsn ibunya berangkat ke RSUP M Djamil Padang. Keluarga berharap dengan rujukan ini mendapatkan penanganan yang lebih cepat. 


Sesampai di RSUP M Djamil Padang, lanjut Nuri, ia berpikir urusan transfer pasien telah selesai dan anaknya sudah berada di ruang perawatan. Karena sebelumnya, petugas di RS Hermina telah menyampaikan jika ruangan yang dipesan lewat aplikasi sudah tersedia. 


“Namun ternyata salah, saya dan Alceo terdampar lama di IGD RSUP M Djamil Padang. Anak saya menangis histeris, saya terus berusaha menenangkannya dengan memberikan ASI sambil menggendong berdiri lama,” Mengakhiri. (**)

Posting Komentar

0 Komentar

Kami Hadir Untuk Pembaca Mediaonline Minangkabausumbarnews.com - Berita Lugas, Aktual dan Kritis Untuk Masyarakat Sumatera Barat