Istilah Tradisi Berbuka Bersama: Di bulan Suci Ramadhan 1447H,Di Minangkabau Menyatu dengan Kekeluargaan dan Budaya Kita.Minggu (22/2/2026) Oleh: Alhamris
(MKSN) Sumbar--Budaya Atau yang Lebih dikenal bahasa Minang, istilah ngabuburit di kenal dengan palengah puaso.yang berarti melakukan kegiatan untuh mengalihkan rasa hawa nafsu,haus dan lapar dalam berpuasa. Minggu (22/2/2026)
Berbuka yang Lebih dikenal babuko bersama dibulan suci ramadhan telah menjadi tradisi yang dijalankan oleh umat Muslim di seluruh dunia ketika bulan ramadhan telah tiba biasa nya orang minang mengaadakan buka bersama seminggu menuju hari raya idul fitri atau pas malam takbiran.
Di Minangkabau berbuka bersama memiliki nuansa dan keunikan tersendiri yang mencerminkan keberagaman kekayaan budaya dan nilai-nilai kekeluargaan yang erat dan kuat.
Bagi masyarakat Minangkabau, berbuka bersama bukan hanya sekadar berbuka makan dan minum saja, tetapi juga momen paling penting untuk mempererat hubungan silahturahmi antar sesama keluarga,baik keluarga jauh maupun keluarga dekat ,memperkuat persaudaraan antara keluarga besar antara keluarga dari kaum ibu dan keluarga dari kaum ayah dan menjalin solidaritas antara hidup bertetangga.
Berbuka bersama ini dijalankan dengan penuh kehangatan, kegembiraan,keceriaan,penuh tawa, semangat kebersamaan dan arti kebersamaan dalam berbuka puasa.keluarga besar beserta niniak mamak alim ulama cadiak pandai dan tetangga yang diundang juga berkumpul di rumah salah satu anggota keluarga yang mengadakan berbuka bersama.
Persiapan untuk berbuka puasa bersama dalam Minang dimulai jauh sebelum waktu berbuka tiba karena banyak yang perlu disiapakan seperti membersihkan keliling rumah ,membersihkan dalam rumah dan menyiapkan segala keperluan lainnya beserta memasak makanan dan minuman untuk berbuka yang banyak dibikin oleh keluarga kita yang mengadakan berbuka puasa ini maka darilah itu dimulai dari awal bikin nya yaitu dari pagi.
Biasanya wanita di keluarga kita yang memasak hidangan berbuka puasa ini dan tetangga yang ikut serta membantu kita dalam masak- memasak, bekerja sama untuk menyiapkan hidangan makanan dan minuman berbuka khas minang seperti rendang,samba lado tanak, gulai jariang\jengkol, kaleo ika, gulai tambusu,sayuran nya yang terkenal yaitu sayua pucuak ubi tak lupa pula minuman nya yaitu teh es dan berbagai jenis kue tradisional minang lainnya.
sebagai makanan penutupnya dalam minangkabau yang terkenal yaitu kolak,kolak menjadi makanan legendaris minangkbau.
kolak ini bisa dinikmati dengan dingin maupun dalam keadaan hangat biasanya dalam makanan penutup berbuka puasa diminangkabau lebih dominan kolak yang dingin,kolak juga memiliki beberapa ragam jenis dalam minang seperti kolak labu,kolak pisang,kolak ubi,kolak kolang kaling,kolak sagu mutiara merah,dan juga kolak cindua tapai.
Biasa nya kolak yang selalu di buat dalam berbuka bersama dalam minangkabau yaitu kolak labu atau kolak pisang,karena kaya akan protein,vitamin dan bahannya juga mudah didapatkan.selain itu, Kunci resep yang membuat makanan kolak minangkabau ini sangat enak dan lezat ialah karena terdapat kuah santan yang gurih serta dicampur dengan gula merahnya.
Kedua bahan tersebut direbus secara bersama-sama didalam panci dan tidak lupa ditambahkan aroma harum dari daun pandan dan juga cengkeh.Selain itu, isian kolak yang ikut direbus di dalamnya menghasilkan tekstur yang sangat lembut dan rasa gurih yang meresap secara keseluruhan.
Cara masyarakat minang menyajikan kolak ini dengan menaruhnya di dalam sebuah mangkok berukuran sedang dan hangat. Namun ada juga yang menyajikan secara dingin atau pakai es, sehingga kesegarannya makin terasa nikmat.
Makanan yang disajikan memiliki cita rasa yang kaya, bumbu yang khas, dan diolah dengan penuh keahlian yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selama berbuka bersama, suasana penuh keceriaan dan keakraban tercipta. anggota keluarga duduk bersila di atas tikar dan menyantap hidangan secara bersama-sama.
Selain sebagai momen untuk menikmati hidangan berbuka yang lezat, berbuka bersama dalam budaya Minangkabau juga menjadi waktu untuk saling berbagi cerita, menguatkan ikatan keluarga, dan mempererat hubungan antar anggota keluarga.
Pesan Redaksi MKSN : Generasi muda belajar dari para orang tua mengenai adat, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Minangkabau.
Keberkahan makan bersama-sama ini didukung oleh hadis riwayat Abu Dawud mengenai percakapan Nabi Muhammad dengan para sahabat. Dalam hadis itu diriwayatkan para sahabat bertanya, 'mengapa makan tidak kenyang?'
"Rasulullah pun balik bertanya, 'Apa kalian makan sendiri-sendiri?' Para sahabat pun menjawab, 'iya.' Rasulullah lalu menyarankan para sahabat untuk makan bersama. "Makanlah kalian bersama-sama dan bacalah basmalah, maka Allah akan memberikan berkah kepada kalian semua."
Sahabat Rasulullah juga pernah menyebut bahwa Rasulullah tidak pernah makan sendirian. Rasulullah juga pernah mengatakan bahwa sebaik-baiknya makanan adalah yang dimakan dengan banyak tangan.
Dan yang saya rasakan selama berbuka puasa bersama dalam bulan suci ramadhan dari tahun ke tahun yang paling bermakna dan yang paling banyak anggota keluarga yang berkumpul yaitu ketika kakek nenek kita masih hidup dimana semua anggota keluarga kita berkumpul semuanya baik dari jauh maupun dari dekat tetapi kalau kakek nenek kita telah tiada anggota keluarga kita udah mulai berkurang yang datang seperti tahun sekarang 1447H-2026 yang saya rasakan.
Pesan saya Redaksi MKSN ke Generasi Kita dalam artikel yang saya buat ini kalau kakek nenek kita masih hidup maupun sudah tiada kita harus tetap menjaga jalinan silaturrahmi dalam hidup berkeluarga baik itu kerluarga dari ibu maupun keluarga dari ayah kita dan kita tidak boleh terpecah belah apapun yang terjadi karena harta yang paling beharga yaitu keluarga.
Sebagai salah satu yang telah menjadi tradisi yang mempererat hubungan sosial dan memperkokoh hubungan kekeluargaan, berbuka bersama dalam budaya Minangkabau menjadi yang berharga.
Melalui pelestarian Budaya dan penghargaan dalam tradisi berbuka bersama ini, kita dapat menjaga kekayaan budaya dan menghormati warisan nenek Moyang kita Di Ranah Minangkabau Ini.
(Oleh : Alhamris)
Iklan Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H,Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Wilman Camat Padang Selatan-Kota Padang






0 Komentar