Redaksi Minangkabau Sumbar News.com.
Beserta Jajaran Mengucapakan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H.Mohon Maaf Lahir dan Bathin.Kamis (19/2/ 2026)
(MKSN) Sumbar--Setiap Bulan Suci Ramadhan Puasa 1447H memang sering kali menjadi momen emosional yang kuat, yang membawa kenangan kita kembali kepada sosok orang tua. Suasana sahur yang tenang, kebersamaan saat berbuka, hingga nasihat-nasihat mereka, menjadi memori yang membekas. Pada Kamis (19/2/2026)
Mengapa puasa mengingatkan kita pada orang tua Kita:
Kenangan Hangat Sahur dan Berbuka: Momen sahur dan berbuka adalah waktu di mana kasih sayang orang tua paling terasa. Kehangatan masakan ibu atau usaha ayah membangunkan sahur sering kali menjadi momen yang paling dirindukan.
Waktu untuk Berbakti (Birrul Walidain): Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan bakti. Kebaikan yang dilakukan anak saat puasa, seperti doa dan sedekah, pahalanya akan mengalir kepada orang tua, terutama jika mereka sudah tiada.
Redaksi :MKSN Sebagai Pengingat Nasihat Orang Tua: Suasana puasa yang menenangkan sering kali mengingatkan kita pada nasihat orang tua agar menjadi pribadi yang jujur, sabar, dan disiplin.
Refleksi Perjuangan Orang Tua: Menahan lapar dan haus membuat kita tersadar akan perjuangan orang tua yang mungkin menahan lelah dan lapar demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya dahulu. Ini memicu empati dan rasa syukur.
Catatanku: Bagi yang orang tuanya sudah tiada, momen ini bisa menjadi waktu untuk lebih banyak mendoakan agar mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, seperti doa: "Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā" (Ya Allah, ampunilah dosaku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil). #Historyygindah #BaktiPadaorgTua #BerayukurygMasihadaOrgTua
(Oleh: Alhamris)

0 Komentar