Pasar Pabukoan Imam Bonjol Padang Resmi dibuka,Kurang Lebih 39 Pedagang Siap Ramaikan Ramadhan 1447H.
(MKSN) Padang--Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Kota Padang kembali menggelar Pasar Pabukoan (Pasar Takjil) yang dipusatkan di kawasan RTH Imam Bonjol.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Kota Padang, Nengsih, menyampaikan bahwa pasar takjil tersebut mulai beroperasi pada hari pertama puasa, Rabu (18/2/2026).
“Sebanyak 39 meja telah kami siapkan untuk pedagang kuliner yang akan berjualan selama Ramadan,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Puluhan pedagang yang terdaftar akan menyajikan beragam menu berbuka puasa, mulai dari es cendol, lopis, serabi, gulai kambing, aneka gorengan, hingga berbagai kuliner khas Minang lainnya.
Pasar Pabukoan ini menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi musiman yang selalu dinantikan masyarakat setiap Ramadan.
Selain memudahkan warga mendapatkan hidangan berbuka, kegiatan ini juga membuka peluang peningkatan omzet bagi pelaku UMKM kuliner lokal Dikota Padang.
Dinas Perdagangan Kota Padang mengingatkan seluruh pedagang untuk menjaga kualitas makanan dan minuman yang dijual, termasuk tidak menggunakan bahan berbahaya serta memastikan kebersihan produk tetap terjaga.
Petugas kebersihan akan melakukan pengangkutan sampah setiap malam, sementara pengamanan lokasi turut melibatkan aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Tahun ini, Pemko Padang berkolaborasi dengan Bank Nagari dan Bank Indonesia untuk mempercantik dan meningkatkan kenyamanan kawasan Pasar Pabukoan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus mendorong transaksi non-tunai di kalangan pedagang dan pembeli.
total omzet pedagang hampir mencapai Rp1 miliar selama Ramadan. Tahun ini, pemerintah optimistis capaian tersebut dapat meningkat seiring dengan penataan lokasi yang lebih representatif.
Dengan konsep yang lebih tertata dan dukungan berbagai pihak, Pasar Pabukoan RTH Imam Bonjol diharapkan tidak hanya menjadi pusat takjil, tetapi juga destinasi wisata kuliner Ramadan yang mampu menarik minat masyarakat lokal maupun wisatawan.
Kehadiran pasar ini sekaligus memperkuat peran UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah selama bulan suci. (Al)


0 Komentar