Minangkabau Sumbar News.Com.Solok- Bencana alam angin puting beliung melanda Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok,Sore menjelang waktu Magrib. Peristiwa ini mengakibatkan rusaknya sebanyak 11 unit rumah warga di Jorong Koto, menyebabkan kerugian material dan kepanikan di tengah masyarakat.Kamis (2/7/2025)
Dikonfirmasi pada Jumat pagi (4/7/2025), Sekretaris Nagari Aia Dingin membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa bencana terjadi cukup cepat dan membuat warga tak sempat menyelamatkan banyak harta benda. Saat ini, warga mulai membersihkan puing-puing sambil menanti bantuan dari pemerintah.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Solok langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan. Kepala Dinas PRKPP, Khumaira, ST, saat dihubungi melalui sambungan telepon, menyatakan:
“Tindakan pasca bencana akan kami dasarkan pada hasil pendataan yang sedang dilakukan oleh tim kami di lapangan. Kami berkomitmen untuk segera membantu rumah warga yang terdampak, meskipun saat ini ada kendala akibat pengalihan anggaran sebesar 75% dalam refocusing kemarin. Saya akan mengusulkan perbaikan melalui anggaran perubahan tahun ini agar proses perbaikan bisa segera dimulai.”
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Solok juga telah mengirimkan bantuan tanggap darurat pada Jumat pagi. Sekretaris Dinas Sosial, Beni Darwata, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan unit kendaraan rescue yang membawa berbagai kebutuhan pokok.
“Bantuan yang kami kirimkan meliputi sembako, peralatan memasak, pakaian, dan selimut untuk meringankan beban para korban,” jelas Beni.
Namun demikian, hingga berita ini ditayangkan, tidak terlihat kehadiran Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Kabupaten Solok, yang seharusnya berada di garda terdepan dalam menangani kondisi bencana seperti ini. Padahal, sebelumnya TRC BPBD baru saja mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas dengan anggaran yang cukup besar.
Ketika dikonfirmasi melalui panggilan telepon, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Irwan Efendi belum memberikan tanggapan. Hal ini menimbulkan kekecewaan dari masyarakat Nagari Aia Dingin yang merasa luput dari perhatian pihak yang semestinya bertanggung jawab dalam penanganan bencana.
“Kami kecewa. Saat masyarakat susah, BPBD tidak kelihatan. Padahal ini tanggung jawab mereka,” ujar salah seorang warga terdampak yang enggan disebut namanya.
Masyarakat berharap agar ke depannya koordinasi dan respon dari pihak terkait bisa lebih cepat, mengingat kondisi cuaca yang kian tak menentu dan berpotensi menimbulkan bencana susulan. (Tim 07)

0 Komentar