(MKSN) Padang--Tradisi ziarah kubur menjelang Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah (Februari 2026) kembali ramai dilaksanakan oleh masyarakat Umat Islam indonesia khususnya di daerah-daerah seperti Kota Padang-Sumatera Barat hingga Daerah Sumatera Barat dan Daerah Wilayah di Seluruh indonesia
Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan, doa, dan sarana refleksi diri sebelum memasuki bulan puasa.
Berikut adalah poin-poin penting terkait tradisi ziarah sebelum Ramadhan 1447H:
1. Waktu Pelaksanaan
Ziarah kubur lazim dilaksanakan pada penghujung bulan Sya'ban, atau sering disebut bulan Ruwah (Jawa), sebelum memasuki bulan Ramadhan.
TPU (Taman Pemakaman Umum) Dikota Padang (Sumbar) dan Seluruh Wilayah Daerah Indonesia biasanya mulai dipadati peziarah satu hingga dua minggu sebelum puasa, dengan puncak kepadatan sering terjadi pada hari Minggu atau beberapa hari sebelum 1 Ramadhan 1447H, yang diperkirakan jatuh pada 18-19 Februari 2026.
2. Istilah Daerah dan Aktivitas
Nyadran/Nyekar: Istilah umum di Jawa untuk ziarah kubur dan tabur bunga.
Munggahan: Tradisi khas masyarakat Sunda (Jawa Barat) menyambut bulan puasa.
Kosar: Istilah di beberapa daerah lain.
Aktivitas: Membersihkan makam keluarga, memotong rumput liar, menaburkan bunga, dan memanjatkan doa bersama.
3. Filosofi dan Makna
Doa & Kirim Pahala: Mendoakan arwah orang tua atau kerabat yang telah berpulang.
Pengingat Kematian: Menjadi momen refleksi diri agar lebih siap secara spiritual menghadapi bulan suci.
Silaturahmi: Menjaga ikatan batin dengan leluhur dan mempererat silaturahmi antar keluarga yang bertemu di makam.
4. Pandangan Hukum (Sunnah)
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan hukumnya sunnah dan diperbolehkan dalam Islam sebagai sarana mengingat akhirat dan mendoakan orang Yang meninggal Terdahulu.
Meskipun boleh dilakukan kapan saja, menziarahi kubur orang tua pada waktu ini dianggap memberikan ketenangan batin sebelum beribadah sebulan penuh.
Aldi Peziarah mengatakan Menjelang Ramadhan 1447H (2026), terlihat TPU-TPU besar seperti Tunggul Hitam Padang, dKuburan Turki,Makam Jirek Seberang Padang,Makam Umum Seberang Palinggam,Batu Loyo, dan Daerah Lainnya Kota Padang Menjelang Ramadhan 1446H padati peziarah, yang juga membawa dampak ekonomi positif bagi pedagang bunga di seluruh area Lokasi pemakaman dikota Padang Ungkap Aldi.
"Dikatakan Aldi Saat Berziarah di Pemakaman Orang Tua Sanak dan Keluarganya Menjelang Ramdhan Yang Ramai dikunjungi Kelaurgannya di Jalan Kel.Seberang Palinggam Kecamatan Padang Selatan.
Ditambahkan Aldi Peziarah :Pemakaman Tempat Pemakaman Umum Sangat Ramai dikunjungi Peziarah Dari dalam Kota Dan Luar kota Untuk Berwisata Ziarah dan Mendoakan Orang Tua sanak Saudara yang Telah Mendahului kita Menjelang Memasuki Bulan Ramadhan ucapnya Mengakhiri. (Al)

0 Komentar