(MKSN) Padang--Tradisi Balimau di Kota Padang adalah ritual Mandi menyambut bulan suci Ramadan dengan air campuran jeruk nipis (limau) dan wewangian, dilakukan sehari sebelum puasa Ramadhan 1447H.
Ini melambangkan penyucian diri secara lahir dan batin, membersihkan diri dari kotoran dan dosa, serta ajang silaturahmi. Selasa (17/2/2026)
Esensi Tradisi: Balimau berasal dari kata "limau" (jeruk nipis/kasai) yang digunakan untuk keramas atau mandi. Tradisi ini dianggap sebagai persiapan mental dan spiritual, bukan sekadar mandi bersama.
Lokasi Favorit: Masyarakat Padang biasanya memadati sungai, lubuk, dan pantai seperti Sungai tempat Pemandian Yang Aman, Pantai Padang, Lubuak Tampuruang, dan Lubuak Paraku.
Lokasi Alternatif: Selain di sungai, tradisi balimau juga dilakukan di rumah masing-masing atau di rumah gadang, terutama bagi keluarga yang merantau.
Makna: Tradisi ini bertujuan untuk membersihkan badan dan akhlak, bersyukur bisa menyambut Ramadan, serta sebagai momen untuk saling memaafkan Antara Keluarga ,Sanak Saudara dan Sahabat.
Imbauan: Pemkot dan BPBD Kota Padang sering mengimbau warga untuk berhati-hati saat balimau di tempat pemandian umum dan menghindari lokasi yang berbahaya, terutama di pantai yang berombak besar Dan Aliran Sungai Yang Besar dan Apalagi di Saat Musim Penghujan dan Tradisi Balamau Bisa dilakukan Dirumah Disaat Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447H.
Tradisi ini tetap lestari di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang, sebagai wujud kearifan lokal dalam menyambut bulan penuh berkah. (Al)

0 Komentar