Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI "HARIAN BERITA MINANGKABAU SUMBAR NEWS"🇧🇪PEMBACA SETIA KAMI"HADIR UNTUK ANDA MASYARAKAT SUMBAR DENGAN BERITA TERBARU TERKINI PERISTIWA POLITIK EKONOMI SOSIAL ADAT BUDAYA MINANG SUMBAR DAN BERITA NASIONAL" KRITIS-OPTIMIS-TERDEPAN, PASANG IKLAN USAHA DAN UCAPAN SELAMAT " ANDA DISINI👉Alamat Kantor Redaksi JL.Kel.Seberang Palinggam No.10A Kecamatan Padang Selatan Kota Padang-Sumbar HUB:081267663887

Ketersediaan Pangan Di Kota Padang Aman,Hingga Menjelang Hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah

 


  Pemerintah Kota (Pemkot) Padang         memastikan ketersediaan pangan di kota itu  aman menjelang Hari Raya Idul Fitri   1447 H.Selasa (10/2/2026)


(MKSN) Padang - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang memastikan ketersediaan pangan di kota itu aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kepastian itu disampaikan saat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota.Pada Selasa (10/2/2026)


Ketersediaan dan pasokan bahan pangan menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Padang, jadi jangan panik," kata Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi.


Didi mengakui hingga saat ini tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan bahan pangan pokok yang signifikan. Seperti beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, gula, maupun komoditi lainnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi menerangkan, berdasarkan neraca pangan pokok strategis pada 9 Februari 2026, sepuluh komoditi dalam status aman.


Keberadaan bahan pangan pokok seperti beras, cabai rawit, cabai besar, bawang putih, bawang merah, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, serta minyak goreng dipastikan aman hingga beberapa pekan ke depan.


"Seperti beras, perkiraan ketersediaannya mencapai 34.183 ton, sementara perkiraan kebutuhannya 7.649 ton, ketahanan stok beras ini bisa sampai 99 hari ke depan," Ungkap Alfiadi Kepala Dinas Perikanan Dan Pangan Kota Padang.


Alfiadi juga mengakui bahwa di bulan Februari ini memang sempat terjadi kenaikan harga pada cabai besar. Harga cabai besar pada pekan pertama Februari menyentuh level Rp46 ribu perkilogram. Sedangkan di akhir Januari lalu hanya berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp35 ribu sekilonya.


"Merangkak naiknya harga cabai besar karena kurangnya pasokan dari daerah penghasil, serta semakin dekatnya bulan suci Ramadan yang biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat untuk stok bahan makanan, sehingga memicu kenaikan harga,


Pemerintah Kota Padang(Pemkot) memiliki langkah strategis untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan di Kota Padang agar tetap terus aman hingga setelah Idul Fitri 1447 H. Rencana aksi yang akan dilakukan yakni melaksanakan penguatan cadangan pangan pemerintah (CPM).



"Dijelaskan Juga di mana tahun 2026 ini pengadaan CPPD Kota Padang sebesar 30 ton. Selain itu, Pemkot Padang juga akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam mengurangi gejolak harga komoditas pangan. Pemantauan harga harian dan intervensi secara cepat ketika terjadi lonjakan harga tidak wajar, juga akan dilakukan nantinya.


Kita memastikan akan melaksanakan Pemantauan dan pengawasan secara kontinyu terhadap ketersediaan dan pasokan pangan di pasar-pasar dan distributor pangan. Pemantauan dan pengawasan itu dilakukan sekali seminggu. "Tidak itu saja. Kita juga melakukan kerjasama dengan daerah penghasil bahan pangan untuk kelancaran ketersediaan dan pasokan pangan," pungkas Alfiadi Kepala Dinas Pangan Kota Padang.

(Oleh:Al)


Posting Komentar

0 Komentar

Kami Hadir Untuk Pembaca Mediaonline Minangkabausumbarnews.com - Berita Lugas, Aktual dan Kritis Untuk Masyarakat Sumatera Barat