Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI "HARIAN BERITA MINANGKABAU SUMBAR NEWS"🇧🇪PEMBACA SETIA KAMI"HADIR UNTUK ANDA MASYARAKAT SUMBAR DENGAN BERITA TERBARU TERKINI PERISTIWA POLITIK EKONOMI SOSIAL ADAT BUDAYA MINANG SUMBAR DAN BERITA NASIONAL" KRITIS-OPTIMIS-TERDEPAN, PASANG IKLAN USAHA DAN UCAPAN SELAMAT " ANDA DISINI👉Alamat Kantor Redaksi JL.Kel.Seberang Palinggam No.10A Kecamatan Padang Selatan Kota Padang-Sumbar HUB:081267663887

Aparat Gabungan BNNP Sumbar,Bongkar Aktivitas Narkoba 7 Orang Dinyatakan Positif Konsumsi Sabu-sabu

 

 Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol.Dr.Ricky   Yanuarfi,SH.M.Si.,Saat Memimpin Operasi   Terpadu Pemulihan Kampung Rawan   Narkoba di Padang.Jumat (7/11/2025)


(MKSN) PADANG--Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat (BNNP Sumbar) menggelar Operasi Terpadu Pemulihan Kampung Rawan Narkotika di Kota Padang pada Jumat (7/11/2025) siang.


Gelar Operasi yang dimulai pukul 14.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi dan berlangsung hingga sore harinya.


Sebelum bergerak ke lapangan, kegiatan diawali dengan persiapan Apel di halaman Kantor BNNP Sumbar. Brigjen Ricky memimpin langsung jalannya apel dan memberikan arahan agar operasi berjalan Efektif dan tertib.


"Sejumlah 115 personel diterjunkan dalam operasi itu. Mereka terdiri dari 25 anggota Samapta Polda Sumbar, 25 anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar, 2 personel Provos Polda Sumbar, 17 personel Polresta Padang, 4 anggota Bidang Dokkes Polda Sumbar, serta 42 pegawai BNNP Sumbar


Keterlibatan lintas unsur tersebut menjadi bukti sinergi antara BNNP Sumbar dan kepolisian daerah dalam menekan laju penyalahgunaan narkotika yang semakin marak di tengah masyarakat.



“Operasi ini bagian dari langkah berkelanjutan dalam memulihkan kampung-kampung yang rawan terhadap peredaran narkotika,” kata Brigjen Ricky.


Dari hasil penyisiran di lokasi yang menjadi sasaran operasi, petugas berhasil mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.


Setelah dilakukan pemeriksaan dan tes urine di titik Lokasi, tujuh orang di antaranya dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis metamfetamin (sabu-sabu), sementara satu orang lainnya negatif.


"Selain mengamankan para terduga, petugas juga menemukan berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba di kawasan tersebut.


"Barang bukti yang disita di antaranya dua paket kecil sabu, dua motor, lima telepon seluler (ponsel), empat korek api, sembilan alat hisap sabu (bong) yang terbuat dari botol bekas minuman serta 50 kaca pireks," ungkapnya.


Seluruh barang bukti dan delapan orang yang diamankan langsung dibawa ke Kantor BNNP Sumbar untuk pemeriksaan lanjut.


Pihak BNNP akan menelusuri lebih jauh jaringan peredaran yang mungkin melibatkan para pengguna tersebut, sekaligus menentukan tindak lanjut hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


Disampaikan: Brigjen Ricky menegaskan bahwa operasi terpadu seperti ini tidak akan berhenti pada satu wilayah saja. Ia mengatakan, BNNP Sumbar terus berkomitmen untuk melakukan pemetaan wilayah rawan narkoba dan melakukan penindakan dengan menggandeng aparat penegak hukum  lainnya di Wilayah Sumbar.


"Kampung rawan narkotika tidak boleh dibiarkan tumbuh. Kami akan terus bergerak bersama semua pihak untuk memulihkannya,” Ucapnya.


Selain penindakan, BNNP Sumbar juga menekankan pentingnya langkah pencegahan dan rehabilitasi sebagai bagian dari strategi menyeluruh dalam memberantas penyalahgunaan narkotika.


Edukasi kepada masyarakat dan peningkatan kesadaran hukum menjadi prioritas agar masyarakat tidak terjerat dalam lingkaran narkoba.


"Operasi ini juga menjadi bukti bahwa perang melawan narkotika membutuhkan kerja sama lintas lembaga," katanya.


Kami akan terus bergerak bersama semua  pihak yang Terkait untuk memulihkannya,” katanya.


Selain penindakan, BNNP Sumbar juga menekankan pentingnya langkah pencegahan dan rehabilitasi sebagai bagian dari strategi menyeluruh dalam memberantas penyalahgunaan narkotika.


Edukasi kepada masyarakat dan peningkatan kesadaran hukum menjadi prioritas agar masyarakat tidak terjerat dalam lingkaran narkoba.


"Operasi ini juga menjadi bukti bahwa perang melawan narkotika membutuhkan kerja sama lintas lembaga," katanya.


Peran aktif masyarakat dinilai penting dalam memberikan informasi dan dukungan terhadap upaya pemerintah memutus rantai penyalahgunaan narkoba, terutama di kawasan padat penduduk yang rentan menjadi lokasi transaksi ilegal.


Peran aktif masyarakat dinilai penting dalam memberikan informasi dan dukungan terhadap upaya pemerintah memutus rantai penyalahgunaan narkoba, terutama di kawasan padat penduduk yang rentan menjadi lokasi transaksi ilegal.


BNNP Sumbar menegaskan, operasi sejenis akan terus dilakukan secara berkala di berbagai daerah di Sumatera Barat, terutama di titik-titik yang telah teridentifikasi sebagai wilayah merah dan penyalahgunaan narkotika yang Jelas Merusak Generasi Muda di Sumbar Mengakhiri. (Al)




Posting Komentar

0 Komentar

Kami Hadir Untuk Pembaca Mediaonline Minangkabausumbarnews.com - Berita Lugas, Aktual dan Kritis Untuk Masyarakat Sumatera Barat