Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho.
JAKARTA--Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menjelaskan alasan penundaan Operasi Patuh 2026. Menurutnya, terdapat lima agenda besar operasi kepolisian di bidang lalu lintas.
Operasi Keselamatan menjadi agenda awal yang mendahului Operasi Ketupat. Kemudian, dilanjutkan Operasi Patuh dan Operasi Zebra yang merupakan bagian dari operasi cipta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Jadi jaraknya masih jauh, sehingga Operasi Patuh hasil analisa dan evaluasi mungkin nanti setelah mendekati kegiatan Nataru,” kata Agus Suryonugroho, dalam keterangannya, Selasa, 9 Juni 2026.
Agus menyebut penundaan dilakukan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi. Pelaksanaan Operasi Patuh ditunda karena masih cukup jauh dari agenda pengamanan Natal dan Tahun Baru yang menjadi sasaran utama operasi cipta kondisi tersebut.
“Jadi itu evaluasi dan tentunya kami berharap dengan sosialisasi kemarin, Operasi Patuh sementara kita tunda karena memang agenda besar operasi cipta kondisi Operasi Nataru itu masih jauh. Sehingga ini kita tunda,” ujar Kakorlantas Polri.
Lebih lanjut, Kakorlantas menegaskan penentuan jadwal pelaksanaan Operasi Patuh termasuk Operasi Zebra akan menunggu hasil evaluasi lanjutan serta arahan dari pimpinan Polri. Korlantas Polri akan berkoordinasi dengan Asisten Operasi (Astamaops) Polri untuk menentukan waktu yang paling tepat dalam pelaksanaannya.
“Nanti tepatnya kapan, apakah setelah HUT Bhayangkara atau mungkin satu bulan setelah HUT Bhayangkara, yang mana operasi tersebut adalah cipta kondisi mendekati Operasi Natal dan Tahun Baru. Baik itu Patuh dan Operasi Zebra,” ungkap jenderal polisi bintang dua itu.
Sedianya Operasi Patuh dijadwalkan digelar tanggal 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi ini mengedepankan pendekatan humanis, preventif, dan edukatif sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. (**)


0 Komentar